Gagasan Y.B. Mangunwijaya tentang guru sejati, pohon kurikulum, modal dasar anak, dan eksperimentasi pendidikan perlu dibaca secara kontekstual sebagai titik pijak untuk mengembangkan pemikiran dan praktek pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

– Sekolah Merdeka, hal 3 –

Y.B. Mangunwijaya memang sangat menekankan pentingnya pendidikan eksperimentasi, bukan hanya untuk guru atau sekolah tertentu, tapi untuk semua orang yang terlibat dalam proses mendidik: orang tua, masyarakat, bahkan pembuat kebijakan. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tetapi urusan semua orang tentang kemanusiaan. Karena itu, semua orang perlu terlibat “bereksperimentasi” dalam mendidik. Orang tua mengajarkan cara baru berinteraksi dengan anak tanpa kekerasan atau paksaan. Guru mencari pendekatan yang membuat anak belajar dengan gembira. Masyarakat  menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan.
Sehingga pendidikan yang berdasar pada eksperimentasi adalah gerakan bersama untuk membangun manusia yang utuh — tidak hanya pandai, tapi juga berkarakter, peka, mandiri, dan berbela rasa.

Maka lewat bidang Diseminasi dan Kerjasama, konsep-konsep, pedagogi, metode, gagasan Y.B. Mangunwijaya yang berkaitan dengan pendidikan pemerdekaan harus disebarluaskan sehingga semua masyarakat, komunitas, serta lembaga-lembaga yang bergerak dalam pendidikan menghidupi spirit pendidikan pemerdekaan. Dengan begitu bidang diseminasi melakukan sosialisasi, pelatihan, publikasi, diskusi, seminar serta membangun relasi terkait pendidikan dengan konsep kurikulum Mangunwijaya.

Selain terkait pedagogi Mangunwijaya, Bidang Diseminasi dan Kerjasama juga merawat gagasan dan ide Y.B. Mangunwijaya melalui forum-forum diskusi, sarasehan, seminar, penerbitan buku, dan gerakan publisitas lainnya. Selain karya pendidikan, karya lain tersebut adalah karya sastra, karya arsitektur, serta bidang sosial-politik. Saat ini Bidang Diseminasi dipimpin oleh Bonifasius Aditya K. S.Fil